🎬 Movie Review

The Death of Robin Hood

Directed by Michael Sarnoski · Hugh Jackman, Jodie Comer, Bill Skarsgard

Adventure Drama · 2026-06-19

A24 menyodorkan kepada Hugh Jackman sebuah busur, hasrat kematian, dan cetak biru emosional Logan yang persis, lalu menantangmu untuk menyadarinya.

7.0/ 10
Cynical Sally reviews the movies

Michael Sarnoski mengarahkan gayanya yang lambat, indah, dan sarat kengerian ke mitos Robin Hood dan kembali dengan film tentang seorang pembunuh tua yang diburu oleh orang-orang yang pernah dia rampok. Hugh Jackman magnetis sebagai Robin yang sudah jauh melewati kepahlawanan, sepenuhnya kebengisan dan rasa bersalah yang terkubur, dan Jodie Comer diam-diam memukau sebagai kepala biara yang menjadi hati nuraninya. Filmnya tampak luar biasa, setiap bingkai bagai lukisan cat minyak abad pertengahan yang lembap.

Masalahnya, kamu sudah pernah menonton film yang persis seperti ini, dan film itu punya cakar. Seorang pria hancur dan keras, jauh melewati masa puncaknya, diburu sampai akhir, dipaksa melindungi jiwa yang lebih muda dan menemukan penebusan di lumpur. The Death of Robin Hood secara struktur begitu identik dengan Logan sampai kamu terus menunggu seseorang mengucapkan kata mutant. Sarnoski terlalu berbakat untuk ini disebut malas, tetapi ini adalah dekonstruksi yang bersandar berat pada cetak biru yang sudah kita hafal pada 2017.

Ketika berhasil, ia benar-benar berhasil, kekerasannya punya bobot, keheningannya mengena, dan Jackman memberikan jenis penampilan yang membuatmu memaafkan keakrabannya. Tetapi dekonstruksi mitos seharusnya meninggalkanmu di suatu tempat yang baru, dan yang ini terus tiba di tujuan yang sudah lebih dulu dicapai film lain. Memukau untuk ditonton. Sedikit dihantui oleh hantu yang lebih terkenal.

Share the roastTap a card to grab it
Sally roast card 1
PNG
Sally roast card 2
PNG
Sally roast card 3
PNG
What it nails
  • 01

    Hugh Jackman menyuguhkan penampilan yang mengalibrasi ulang kariernya, sama bengisnya dan sama pilunya.

  • 02

    Penyutradaraan Michael Sarnoski sabar dan atmosferik, setiap bingkai disusun bagai lukisan.

  • 03

    Jodie Comer membumikan film ini sebagai kepala biara yang stoik dan waspada.

  • 04

    Kekerasannya membawa bobot dan konsekuensi nyata alih-alih tontonan kosong.

What it botches
  • 01

    Strukturnya nyaris ketukan demi ketukan menggemakan Logan, melemahkan kejutannya sendiri.

  • 02

    Tempo yang disengaja itu condong dari meditatif menjadi lamban di bagian tengah.

  • 03

    Dekonstruksi mitosnya menjanjikan penemuan ulang tetapi terus mendarat di tanah yang akrab.

  • 04

    Karakter pendukung mengorbit Jackman tanpa cukup kehidupan mereka sendiri.

Who it's for

Siapa pun yang mencintai suasana elegis Logan dan menginginkan tafsir A24 yang indah dan suram atas legenda yang mereka kira sudah mereka kenal.

Who should skip

Siapa pun yang mengharapkan petualangan Robin Hood penuh adu pedang, atau alergi terhadap sinema lambat yang memamerkan pengaruhnya di lengan baju.

The marketing roast

A24 menjual ini lewat wajah Hugh Jackman yang terhantui dan satu tali busur yang ditarik dalam gelap, yang indah dan sekaligus dengan cermat menyembunyikan bahwa trailernya pada dasarnya adalah teaser Logan berbalut jubah. Pemasaran cerdas. Jenis yang membiarkanmu menemukan kemiripannya hanya setelah kamu membeli tiket.

Your turn

Your website, CV, or whatever you made. I'll roast that too.

A full teardown from €2,99. No mercy.

Printed with disdain · Cynical Sally