I Love Boosters
Directed by Boots Riley
Keke Palmer, Naomi Ackie, Poppy Liu, Taylour Paige, Demi Moore
“Boots Riley akhirnya kembali dengan komedi pencurian yang punya lebih banyak ide daripada menit, yang sekaligus jadi pesonanya dan masalahnya.”

Sally's not done with you yet.
Drop a URL, screenshot, or file and Sally will give you the honest truth.
The Review
Boots Riley butuh delapan tahun antara Sorry to Bother You dan I Love Boosters, dan kamu bisa merasakan setiap tahun itu dijejalkan ke dalam durasi. Ini film yang meledak di setiap jahitannya oleh komentar kelas, kimia ensemble, dan kemarahan benar yang hanya bisa dipertahankan sutradara yang benar benar tidak peduli pada kenyamananmu.
Keke Palmer adalah pusat gravitasi dan ia layak mendapatkannya. Ia memerankan pemimpin de facto sebuah kru pencuri toko profesional dengan kelonggaran yang menutupi seberapa besar kendali teknis yang sebenarnya ia gunakan. Naomi Ackie mengimbanginya sebagai hati nurani kelompok.
Film ini sungguh tidak tahu cara berakhir, dan pada Riley itu lebih merupakan ciri ketimbang kekurangan. Ia mengayun ke sesuatu yang lebih besar di babak ketiga dan ayunan itu liar, ambisius dan hanya sebagian yang mengena.
Yang menghentikannya jadi mahakarya adalah Riley lebih tertarik berdebat ketimbang menyusun. Tapi kamu keluar membawa gambar tertentu dan rasa bahwa seseorang di sinema Amerika masih bersedia menjadi tidak nyaman dengan sengaja.
What It Nails
- +Keke Palmer memberi penampilan bintang film yang akhirnya cocok dengan jangkauan aslinya.
- +Kimia ensemble di antara lima pemeran utama terasa hidup, bukan hasil lokakarya.
- +Satu jam tengah dengan pencurian yang meningkat juga merupakan esai serius tentang tenaga kerja ritel.
- +Demi Moore berkomitmen penuh pada peran penjahat korporat.
What It Botches
- -Babak ketiga yang mengacaukan skala dengan resolusi dan berakhir lebih kecil dari film sebelumnya.
- -Setidaknya lima belas menit lemak di jam kedua yang akan dipotong editor yang lebih disiplin.
- -Monolog penjahat yang menjelaskan politik yang sudah ditunjukkan sisa film dengan lebih jenaka.
- -Pilihan musik yang sedikit terlalu memaksa memberi tahu apa yang harus kamu rasakan.

Think your work can survive this?
Drop a URL, screenshot, or file and Sally will give you the honest truth.
Who It's For
Siapa pun yang menunggu Boots Riley baru dan penonton yang suka komedi pencurian dengan taring ideologis nyata.
Who Should Skip
Penonton yang ingin film hangout bersih ala Ocean's Eleven, atau siapa pun yang menganggap konten politik dalam komedi otomatis sebagai cacat.
Marketing Roast
Trailernya menjual ini sebagai keseruan girlboss, kebalikan dari yang Riley buat. Pemasaran menganggap penonton tidak sanggup menghadapi film yang sebenarnya.

Your turn. Drop something.
Drop a URL, screenshot, or file and Sally will give you the honest truth.
