Daredevil: Born Again Season 2
Directed by Justin Benson, Aaron Moorhead
Charlie Cox, Vincent D'Onofrio, Jon Bernthal, Margarita Levieva
“Marvel akhirnya ingat bahwa Daredevil paling bagus saat kamu bisa mendengar tulang patah.”

Sally's not done with you yet.
Drop a URL, screenshot, or file and Sally will give you the honest truth.
The Review
Born Again Season 2 melanjutkan dari mana season pertama yang berantakan tersandung dan benar-benar menemukan ritmenya. Charlie Cox masih yang terbaik yang Marvel punya di layar mana pun.
Koreografi aksi benar-benar mengesankan, pertarungan lorong kembali, dan untuk pertama kalinya MCU ingat bahwa tidak setiap adegan butuh lelucon.
Masalahnya? Masih serial Disney+. Tempo turun di episode 3 dan 4, dan ada setidaknya dua subplot yang hanya ada untuk menyiapkan proyek Marvel masa depan yang tidak diminta siapa pun.
What It Nails
- +Akting Charlie Cox menopang segalanya
- +Pertarungan lorong kembali lebih baik
- +Kingpin akhirnya terasa seperti ancaman nyata
- +Episode Punisher mencuri perhatian
What It Botches
- -Masalah pacing pertengahan season
- -Dua subplot MCU yang tidak perlu
- -Beberapa CGI di finale terlihat terburu-buru
- -Masih menahan pukulan dibanding era Netflix

Think your work can survive this?
Drop a URL, screenshot, or file and Sally will give you the honest truth.
Who It's For
Siapa pun yang merindukan Daredevil Netflix dan menunggu Marvel serius lagi.
Who Should Skip
Orang yang ingin konten superhero ringan dan menyenangkan.
Marketing Roast
Disney menghabiskan jutaan untuk serial yang paling bagus saat berpura-pura Disney tidak ada.

Your turn. Drop something.
Drop a URL, screenshot, or file and Sally will give you the honest truth.
