Cara Menulis Landing Page (dan Cara yang Salah)
Hero kamu bilang 'Memberdayakan solusi sinergis'. Aku tetap tidak tahu kamu jual apa.
Sebuah landing page punya satu tugas: membuat orang asing paham apa yang kamu lakukan dan kenapa dia harus peduli, sebelum dia scroll. Kebanyakan halaman membuang momen itu untuk sebuah slogan.
The Full Truth
on Sebuah landing page SaaS B2B
Tiga kali scroll dan halaman utamamu sendiri masih tidak bisa menjelaskan produkmu.
- 01
Hero yang kabur
Critical'Memberdayakan tim untuk berbuat lebih' bisa jadi bank, aplikasi yoga, atau forklift. Katakan hal yang sebenarnya.
- 02
Tidak ada bukti di atas lipatan
NotableBukti nyata pertama adalah testimoni di paling bawah. Saat itu kebanyakan pengunjung sudah pergi.
- 03
CTA yang saling bersaing
NotableLima tombol di hero: 'Mulai gratis', 'Pesan demo', 'Tonton video', 'Kontak', 'Selengkapnya'. Pilih satu.
Memberdayakan tim untuk mencapai lebih, bersama.
Manajemen proyek untuk agensi yang menagih per jam. Lihat ke mana setiap menit pergi.
Lima tombol bersaing di hero.
Satu tombol: 'Mulai gratis'. Sisanya turun ke bawah lipatan.
- 1Tulis ulang hero untuk menyebut apa yang kamu jual dan untuk siapa.
- 2Pindahkan satu bukti ke atas lipatan.
- 3Pangkas menjadi satu CTA utama.
- 4Bacakan layar pertama ke orang asing. Kalau dia tidak bisa mengulang apa yang kamu lakukan, tulis ulang.
That was a stranger's website / landing page. Drop yours, I will go just as hard.
One coffee, from €2,99. No mercy.
Sebuah Full Truth di landing page menemukan hero yang kabur, bukti yang hilang, dan call to action yang melamar di kencan pertama.
- 01Katakan apa itu di baris pertama, dengan kata-kata sederhana yang dipakai pelanggan.
- 02Satu call to action utama, diulang, bukan lima tombol yang saling bersaing.
- 03Tunjukkan bukti sejak awal: sebuah angka, sebuah logo, kutipan nyata.
- 04Tulis manfaat, bukan fitur. 'Menghemat satu jam sehari' mengalahkan 'didukung AI'.
- 05Buat langkah berikutnya jelas dan kecil.
- Judul hero yang bisa dipakai perusahaan mana pun di industri mana pun.
- 'Memberdayakan', 'mulus', 'generasi berikutnya' mengerjakan tugas yang seharusnya dilakukan kata-kata sungguhan.
- Sebelas call to action, sehingga pengunjung tidak memilih satu pun.
- Foto stok orang-orang yang tertawa di depan laptop.
- Meminta kartu kredit sebelum kamu mengatakan apa yang kamu lakukan.