Cara Menulis Proposal Hibah (dan Cara yang Salah)
Sebagian besar proposal hibah dibaca seperti surat tebusan yang ditulis oleh sebuah panitia yang tak pernah bertemu orang-orang yang katanya mereka layani.
Proposal hibah bukan surat cinta untuk misimu sendiri. Ia adalah proposal bisnis yang mengenakan kardigan, dan orang yang membacanya punya 60 lainnya di tumpukan, kopi suam-suam kuku, dan rubrik penilaian yang tak pernah kau repot-repotkan baca. Tulislah untuk orang itu, bukan untuk dewan pengurusmu.
The Full Truth
on proposal hibah sebuah organisasi nirlaba kecil
Kau meminta 50.000 dolar untuk 'memberdayakan remaja kurang mampu' lalu menghabiskan 700 kata menghindari pertanyaan berapa banyak remaja, melakukan apa, dan bagaimana kau tahu itu berhasil.
- 01
Permintaannya terkubur dan kabur
CriticalPermintaan sebenarnya (50.000 dolar) muncul di halaman tiga, setelah satu halaman penuh kisah asal-usul. Petugas program si pemberi dana memutuskan dalam 30 detik pertama apakah mau lanjut membaca. Mulailah dengan satu kalimat: siapa yang kau layani, apa yang akan kau lakukan, berapa yang kau butuhkan, dan satu hasil yang akan kau berikan. Selebihnya adalah bukti pendukung, bukan dehem-dehem.
- 02
Hasilnya berupa kata sifat, bukan pengukuran
Critical'Memberdayakan', 'mengangkat', dan 'menumbuhkan ketangguhan' tak bisa didanai karena tak bisa diverifikasi. Kau sudah mencatat kehadiran serta skor membaca sebelum dan sesudah, jadi pakai itu. Ganti kabut inspiratif itu dengan '70 siswa, 24 minggu, 80 persen naik setidaknya satu level membaca, diukur dengan asesmen yang memang kami jalankan tiap September dan Mei'. Sekarang kau layak didanai.
- 03
Anggaran tidak selaras dengan narasi
NotableNarasi menjanjikan tiga staf baru dan program transportasi, tetapi anggaran hanya menunjukkan satu koordinator paruh waktu dan tanpa baris transportasi. Penilai yang menemukan satu ketidakcocokan akan menganggap seluruh dokumen sekadar angan-angan. Buat setiap baris anggaran menelusuri ke satu kalimat dalam narasi, dan setiap janji dalam narasi menelusuri ke satu baris anggaran. Tak ada yatim di kedua sisi.
Selama lebih dari satu dekade, tim kami yang penuh semangat dan berdedikasi telah bekerja tanpa lelah untuk memberdayakan dan mengangkat remaja kurang mampu di komunitas kami, menumbuhkan ketangguhan serta menciptakan perubahan abadi yang transformatif.
Kami meminta 50.000 dolar agar 70 siswa berpenghasilan rendah di kelas 3 sampai 5 tetap membaca sesuai tingkat kelasnya. Tahun lalu, 81 persen siswa kami naik setidaknya satu level membaca dalam 24 minggu, diukur dengan asesmen dinas pendidikan sendiri.
Dana akan digunakan untuk mendukung operasi umum kami dan berbagai kegiatan program yang memajukan misi kami sepanjang tahun.
Dana 50.000 dolar menutupi satu koordinator membaca penuh waktu (42.000 dolar) dan bahan asesmen mingguan untuk 70 siswa (8.000 dolar). Tak ada dana yang masuk ke biaya tidak langsung; ruang dan utilitas kami disumbangkan oleh perpustakaan umum.
- 1Baca dulu rubrik penilaian dan prioritas si pemberi dana, lalu tulis ulang paragraf pembukamu agar menjawab kriteria utama mereka dengan kata-kata mereka dalam tiga kalimat pertama.
- 2Ubah setiap 'kami akan memberdayakan/mendukung/mengangkat' menjadi hasil yang terhitung, bertanggal, dan terukur memakai data yang sudah kau kumpulkan (kehadiran, nilai ujian, penyelesaian).
- 3Susun ulang anggaran baris demi baris agar setiap angka terkait dengan satu hasil spesifik dalam narasi, dan isi kolom 'pendanaan lain yang sudah diamankan' untuk menunjukkan kau bukan satu-satunya harapan mereka.
- 4Tambahkan rencana keberlanjutan satu paragraf yang menyebutkan mitra dan angka rupiah spesifik yang menjaga program tetap hidup setelah hibah ini berakhir, lalu minta satu orang luar yang tak berutang apa pun padamu membaca keseluruhannya untuk mencari jargon.
That was a stranger's grant application. Drop yours, I will go just as hard.
One coffee, from €2,99. No mercy.
Kabar baiknya: pemberi dana INGIN memberikan uang itu. Itu memang pekerjaan mereka. Mereka mencari alasan untuk berkata ya, sementara kau terus saja menyodorkan alasan untuk berkata 'berikutnya'. Berhentilah mengubur satu-satunya angka yang penting di bawah tiga paragraf tentang 'tim yang penuh semangat dan berdedikasi'.
- 01Buka dengan masalah, populasi, dan sebuah angka. '1 dari 4 anak usia 5 sampai 11 tahun di kabupaten kami tidak punya pengawasan sepulang sekolah' mengalahkan pernyataan misi mana pun yang akan pernah kau tulis.
- 02Cerminkan bahasa dan rubrik penilaian si pemberi dana. Jika mereka mendanai 'hasil terukur untuk remaja', pakai kata-kata persis itu lalu buktikan kau bisa mengukurnya.
- 03Kuantifikasi hasilnya, bukan kegiatannya. Bukan 'kami akan mengadakan lokakarya' tapi 'kami akan mengangkat 80 anak dari level di bawah kelas ke level membaca sesuai kelasnya, diverifikasi dengan asesmen yang sudah kami pakai'.
- 04Bangun anggaran yang sanggup melewati kalkulator. Setiap baris terkait dengan satu hasil, hitungannya cocok, dan kolom 'pendanaan lain yang sudah diamankan' tidak kosong secara mencurigakan.
- 05Tunjukkan hari setelah hibah berakhir. Pemberi dana takut pada program yang mati begitu cek mereka cair, jadi sebutkan rencana keberlanjutanmu dalam angka rupiah konkret dan mitra yang jelas.
- Menghabiskan paragraf pertama untuk kisah pendirianmu pada 2009 dan 'celah yang kau temukan di masyarakat', padahal permintaan sebenarnya bersembunyi di halaman empat.
- Menggambarkan timmu sebagai 'penuh semangat, berdedikasi, dan berkomitmen', yang juga ditulis oleh setiap pelamar yang ditolak, dengan urutan persis seperti itu.
- Menjanjikan 'memberdayakan', 'mengangkat', dan 'menciptakan perubahan abadi' tanpa satu angka pun yang bisa diperiksa siapa pun.
- Mengirim anggaran yang totalnya tak cocok dengan narasi, tarif biaya tidak langsungnya misterius, dan 'lain-lain' jadi pos terbesar ketigamu.
- Menyalin-tempel proposal yang sama ke sembilan pemberi dana dan lupa mengganti nama salah satu pemberi dana, yang selalu mereka sadari, seketika.