Cara menulis surat lamaran (dan cara yang jangan ditiru)
"Kepada Yth. Bapak/Ibu, dengan ini saya menyampaikan minat saya" adalah persis tempat perhatian pembaca menghembuskan napas terakhir.
Tidak ada yang mau membaca surat lamaran. Yang mereka mau adalah alasan untuk membaca CV-mu dengan kewaspadaan menurun. Itu seluruh tugasnya.
The Full Truth
on Surat lamaran seorang pelamar marketing
Kamu bilang 'saya bersemangat' empat kali, dan membuktikannya nol kali.
- 01
Pembuka klise
Critical'Saya menulis untuk melamar posisi ini' tidak memberi tahu apa pun yang belum mereka ketahui dari baris subjek.
- 02
Semua tentang kamu
NotableDelapan kalimat tentang tujuanmu, tidak satu pun tentang masalah mereka. Mereka merekrut untuk menyelesaikan masalah mereka, bukan masalahmu.
- 03
Tanpa bukti
Notable'Bersemangat dengan brand' tanpa contoh terbaca seperti pengisi ruang. Tunjukkan satu hal spesifik yang kamu perhatikan.
Dengan ini saya menyampaikan minat besar saya pada posisi Marketing.
Tiga kampanye terakhir Anda semuanya dibuka dengan diskon. Saya rasa ada cerita yang lebih tajam untuk diceritakan, dan saya ingin menceritakannya.
Saya seorang marketer yang bersemangat dan berorientasi hasil.
Saya menumbuhkan kanal organik dari 0 ke 40 ribu dalam delapan bulan. Begini cara saya melakukannya untuk Anda.
- 1Buang seluruh paragraf pertama. Mulai dari kalimat kedua.
- 2Tambahkan satu pengamatan spesifik tentang pekerjaan mereka.
- 3Ganti setiap 'bersemangat' dengan angka atau contoh.
- 4Pangkas jadi 180 kata dan baca dengan suara keras.
That was a stranger's cover letter. Drop yours, I will go just as hard.
One coffee, from €2,99. No mercy.
Sebuah Full Truth atas surat lamaran menemukan tiga kalimat yang mengerjakan semua pekerjaan dan dua belas kalimat yang cuma berdeham.
- 01Buka dengan kalimat sungguhan, bukan formula. Katakan sesuatu yang hanya kamu yang bisa mengatakannya.
- 02Sebut masalah nyata perusahaan dan solusi nyatamu.
- 03Jaga di bawah 200 kata. Mereka membaca sekilas, hargai itu.
- 04Cerminkan bahasa mereka. Baca lowongannya, pakai kata kerja yang sama.
- 05Tutup dengan langkah berikut yang jelas, bukan 'Saya menunggu kabar baik dari Bapak/Ibu'.
- "Kepada yang berkepentingan." Yang berkepentingan adalah seseorang. Cari namanya.
- Mengulang CV-mu dalam bentuk paragraf. CV-nya sudah ada di tangan mereka.
- Lima kalimat yang semuanya dimulai dengan 'Saya'.
- "Saya bersemangat dengan misi Anda" tanpa satu pun bukti bahwa kamu membacanya.
- Tembok teks tanpa satu pun jeda paragraf. Tidak ada yang sudi memanjatnya.