Cynical Sally← Contents
Portfolio · How to / How not to

Cara membangun portofolio kreatif (dan cara yang salah)

Portofolio bukan museum dari segala hal yang pernah kamu sentuh. Ini adalah argumen untuk merekrutmu, dan kebanyakan terbaca seperti rengekan.

By Cynical SallyIssue Nº 1

Portofolio punya tepat satu tugas: meyakinkan orang asing yang lelah, dalam waktu kurang dari sembilan puluh detik, bahwa kamu bisa menyelesaikan masalahnya. Orang asing itu punya empat puluh tab terbuka dan rapat enam menit lagi. Dia tidak datang untuk mengagumi animasi loading-mu.

This is what you getA real Full Truth, in full
Cynical SallyPortfolio

The Full Truth

on Portofolio daring seorang desainer junior

4.2
out of ten
Hero-mu berkata 'Aku merancang pengalaman yang menyenangkan,' dan pengalaman menyenangkan pertama adalah menunggu hero-mu selesai beranimasi.
The Investigation
  1. 01

    Karyanya di bawah lipatan, di balik sebuah manifesto

    Critical

    Tiga kali gulir tentang 'filosofi saya' sebelum satu proyek pun muncul. Satu-satunya yang diinginkan perekrut justru satu-satunya yang kamu sembunyikan. Pindahkan studi kasus terbaikmu ke paling atas halaman, di atas namamu.

  2. 02

    Enam proyek, semua di 70 persen

    Critical

    Tak ada yang buruk di sini, dan tak ada yang berkesan, yang itu lebih buruk. Pangkas jadi tiga yang terkuat dan rata-rata kualitas yang terlihat langsung melonjak. Keluasan dibuktikan dengan kedalaman, bukan jumlah.

  3. 03

    Mockup cantik, nol konteks

    Notable

    Ponsel melayang di atas latar gradien memberitahuku bahwa kamu punya templat mockup, bukan bahwa kamu menyelesaikan sesuatu. Tambahkan satu baris per proyek: untuk siapa, apa yang rusak, apa yang berubah setelah kamu menyentuhnya.

The Copy Clinic

Hai, aku desainer UI/UX yang bersemangat dan suka menciptakan pengalaman yang indah, berpusat pada pengguna, dan membawa perubahan.

Aku mendesain ulang alur pemesanan sebuah klinik dan menekan ketidakhadiran sebesar 22 persen. Ini caranya, plus tiga hal lain yang sudah kuperbaiki.

Proyek: FoodieApp. Konsep aplikasi pesan-antar makanan yang bersih dan modern dengan fokus pada kegunaan dan microinteraction yang menyenangkan.

FoodieApp (proyek pribadi). Aku menguji checkout dengan 5 orang; 4 menyerah saat mengisi alamat. Aku bangun ulang jadi satu layar dengan isi otomatis dari peta. Lihat sebelum dan sesudah di bawah.

The Action Plan
  1. 1Hapus intro beranimasi. Ganti bagian atas halaman dengan satu proyek terbaikmu, selebar layar, dengan keterangan hasil satu baris.
  2. 2Audit keenam proyek dengan kepala dingin. Simpan tiga, bunuh tiga, dan singkirkan setiap layar yang masih menyimpan lorem ipsum atau logo placeholder.
  3. 3Untuk tiap yang bertahan, tulis trio Masalah / Keputusan / Hasil. Kalau kamu tak bisa menyebut hasilnya, itulah proyek berikutnya yang harus dipotong.
  4. 4Tambahkan satu baris kredit peran per proyek, lalu minta satu orang jujur mencari tautan kontakmu dalam waktu kurang dari sepuluh detik. Kalau tak ketemu, perbaiki itu sebelum apa pun yang lain.
Yours for the price of a coffee.Printed with disdain
Your turn

That was a stranger's portfolio. Drop yours, I will go just as hard.

One coffee, from €2,99. No mercy.

Namun di sinilah kita, menggulir melewati lagi satu hero layar penuh yang berbunyi 'Desainer. Pemikir. Pencinta kopi.' sebelum menunjukkan satu pun karya yang pernah kamu buat. Kamu mengubur karyanya. Kamu selalu mengubur karyanya. Ayo kita gali lagi.

How to do it right
  • 01Mulai dengan karya, bukan manifestomu. Hal pertama di layar adalah sebuah proyek, bukan animasi bernapas 'Hai, aku Alex'.
  • 02Tunjukkan masalah, keputusan, dan hasilnya. Tiga kalimat per proyek. 'Pendaftaran turun 30 persen, jadi aku pangkas formulir dari 11 kolom jadi 4.' Itu desainer yang berpikir.
  • 03Pangkas studi kasusmu jadi tiga yang terkuat. Proyek keempat yang lemah menyeret rata-rata turun, dan orang menilaimu dari karya terlemah yang terlihat.
  • 04Buat bisa dipindai dalam 90 detik, dan mendalam saat mereka ingin lebih. Thumbnail yang kuat, keterangan ringkas, detail yang bisa dibentangkan untuk yang benar-benar peduli.
  • 05Sebutkan peran sebenarnya di tiap proyek. 'Aku yang mengerjakan arsitektur informasi dan prototipe; bagian visual dikerjakan kontraktor.' Kejujuran terbaca sebagai kematangan, bukan kelemahan.
How not to
  • Intro layar penuh tempat namamu mengetik dirinya sendiri huruf demi huruf, memblokir karya selama empat detik yang tak akan pernah kembali.
  • Sebelas proyek dengan kualitas identik, artinya sebelas proyek dengan kualitas biasa-biasa saja, disajikan sebagai keluasan.
  • 'Shot Dribbble' tanpa konteks: dasbor cantik untuk produk yang tak pernah ada, menyelesaikan masalah yang tak dimiliki siapa pun.
  • Studi kasus 2.000 kata tentang 'proses desain' kamu dengan satu tangkapan layar mungil di paling bawah, seperti hadiah karena berhasil bertahan.
  • Lorem ipsum yang masih nongkrong di proyek 'live', diam-diam mengaku bahwa kamu tak pernah menyelesaikannya dan tak pernah memeriksanya.