The Verdict
Ini film keduamu, McCarthy, dan kamu berjalan lurus melewati kemerosotan tahun kedua yang menelan kebanyakan sutradara. Setelah Caveat kamu menggandakan upaya pada rasa ngeri ketimbang anggaran, dan pengekangan itulah keseluruhan intinya.
Hook-nya luar biasa gila: seorang medium psikis buta memakai pria kayu seukuran asli untuk mencari tahu siapa yang membunuh saudara kembarnya. Di atas kertas itu tantangan creepypasta. Di layar kamu membuatnya mendarat, yang adalah trik sulap yang lebih sulit.
SXSW 2024 menobatkan yang ini sebagai salah satu yang paling menakutkan tahun itu, dan skor kritikus 96 persen mendukung mereka. Kamu memperoleh omongan mulut ke mulut dengan cara yang lambat: dengan benar-benar menakutkan, bukan dengan menjadi lantang.
What it nails
- ▲Premis yang begitu aneh sampai seharusnya tak berhasil, dieksekusi dengan keyakinan yang cukup sampai dia benar-benar berhasil.
- ▲Carolyn Bracken merangkap tugas sebagai kedua saudara kembar dan memberi masing-masing denyut nadi yang berbeda.
- ▲Pria kayu sebagai objek horor: statis, seukuran asli, dan makin buruk semakin lama kamera berlama-lama.
- ▲Scare omongan mulut ke mulut yang dibangun di atas ketegangan dan pengungkapan ketimbang volume jump scare.
What it botches
- ▼Bersandar pada perangkat medium-psikis-buta yang meminta penonton membeli banyak aturan supernatural sekaligus.
- ▼Mesin misteri pembunuhan yang kadang harus menghentikan rasa ngeri untuk menyuguhkan eksposisi.
- ▼Skala film-kedua yang menjaga dunianya tetap kecil saat beberapa set-piece memohon untuk bernapas.
- ▼Mengendarai sekeras itu pada satu gimik sentral sampai sisa pemerannya menjadi perabot di sekitarnya.
Who it's for
Sicko horor slow-burn yang mau diresahkan, bukan dihantam, dan siapa pun yang mendengar buzz SXSW dan mau tahu apa yang membuat orang menjerit.
Who should skip
Penonton yang butuh aksi dari ujung ke ujung dan menganggap satu objek seram yang duduk di ruangan sebagai pemborosan malam Jumat.
The whole story lives on the hub
